7 Langkah Untuk Menang

Sejak lebih dari setengah abad yang lalu,

umat Islam ditimpa bencana kekalahan bertubi-tubi. Kebanyakan orang

lupa tentang sebab-sebab kekalahan dan musibah ini. padahal Allah

berfirman :

“Artinya : Katakanlah : Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri” [Ali Imran : 165]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman :

“Artinya : Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah

disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan

sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan mu)” [Asy-Syura : 30]

Seandainya umat kita -baik penguasa maupun rakyat- mau menghayati Kitab

Allah kemudian mengamalkan hukum-hukum serta hikmah-hikmahnya, niscaya

mereka akan melakukan upaya-upaya untuk menang melawan musuh-musuhnya.

Dan niscaya pula akan mengetahui sunatullah terhadap mahluk-Nya -yang

tidak pernah berubah, berganti dan bergeser- sepanjang masa.

Faktor-faktor menang melawan musuh -sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Allah- banyak, diantaranya :

[1]. TAUHID, IMAN SHALIH.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Artinya : Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di

antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia

sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana

Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan

sungguh-sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah

diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan)

mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.

Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun

dengan Aku” [An-Nur : 55]

[2]. SIAPA YANG MENOLONG AGAMA ALLAH, NISCAYA ALLAH AKAN MENOLONGNYA.

Menolong agama Allah ialah :

[a]. Dengan menegakkan syari’at-Nya dan dengan mengikuti petunjuk

Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk mewujudkan peribadatan

hanya kepada Allah, menghidupkan sunnah dan mematikan serta memberantas

bid’ah.

[b]. Dengan memberikan loyalitas kepada Ahlus Sunnah wal Jama’ah serta

memberikan permusuhan kepada pengikut hawa nafsu dan ahli bid’ah.

[c]. Dengan melaksanakan amar ma’ruf-nahi mungkar serta jihad melawan musuh-musuh Allah dimanapun mereka berada.

[d]. Menolong agama Allah ialah dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya ;

menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya serta meninggalkan apa yang

dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Artinya : Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong

(agama) Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha

Perkasa” [Al-Hajj : 160]

Orang yang demikian keadaannya, niscaya tidak akan dapat dikalahkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Artinya : Jika Allah menolong kamu, maka tak ada-lah orang yang dapat

mengalahkan kamu (tidak memberi pertolongan) , maka siapakah gerangan

yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu ?” [Ali Imran

: 160]

[3]. SABAR DAN TAQWA ADALAH SEBAB DATANGNYA PERTOLONGAN DAN BANTUAN ALLAH.

Sesungguhnya Allah telah menjanjikan orang yang bersabar dan bertaqwa

untuk memberikan pertolongan, kemenangan, bantuan, keberuntungan dan

punahnya tipu daya musuh. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertaqwa, dan mereka

datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong

kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak

menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira

bagi (kemenangan) mu” [Ali-Imran : 125-126]

“Artinya : Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka

tidak sedikitpun mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah

mengetahui segala apa yang mereka kerjakan” [Ali-Imran : 120]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Ketahuilah bahwa jalan keluar disertai kesulitan, bahwa

kemenangan disertai kesabaran dan sesungguhnya bersama kesukaran

terdapat kemudahan” [Hadits shahih seperti dikatakan oleh Syaikh Salim

Al-Hilali dalam Iqazh Al-Hinam Muntaqa Jami’al-Ulum wa Hikam, hal.280,

diriwayatkan oleh Ahmad, Abd bin Humaid dll]

[4]. SETIAP ORANG YANG TERANIAYA [DIZALIMI] MENDAPAT JANJI PERTOLONGAN DARI ALLAH, APALAGI JIKA IA SEORANG MUKMIN YANG BERTAQWA.

Itu karena kezaliman adalah kegelapan. Allah telah mengharamkan

kezaliman pada diri-Nya, dan Dia telah menjadikan kezaliman itu haram

bagi mahluk-Nya. Allah memerintahkan supaya memberi pertolongan kepada

orang yang dizalimi. Allah menjadikan do’anya orang yang terzalimi

(teraniya) makbul dan tidak ada penghalang yang menutupi do’a itu dari

Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi,

karena sesunguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah

benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” [Al-Hajj : 39]

“Artinya : Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan

penganiyayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti

Allah akan menolongnya” [Al-Hajj : 60]

Terdapat pula riwayat bahwa Allah pada hari kiamat akan mengqishas

kambing yang bertanduk karena menganiaya kambing yang tidak

bertanduk.[Hadits Riwayat Tirmidzi. Ini merupakan sempurnanya keadilan

Allah Subhanahu wa Ta’ala. Terhadap binatang saja demikian, apalagi

terhadap suatu masyarakat yang dikucilkan, diusir dari negerinya

sendiri, dilarang menggunakan senjata untuk melakukan perlawanan

terhadap musuhnya dan tempat tinggalnya di pencar-pencar] .

[5]. MENGIKUTI AGAMA SECARA BENAR DIJANJIKAN MENDAPAT PERTOLONGAN.

Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dialah (Allah) yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan

membawa) petunjuk (Al-Qur’an/ilmu yang bermanfaat) dan agama yang benar

untuk dimenangkan- Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik

tidak menyukai” [At-Taubah : 33]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sungguh-sungguh perkara (Islam) ini akan mencapai apa yang

dicapai oleh malam dan siang. Dan tidak akan tersisa sebuah rumah

tembokpun, tidak pula rumah ilalangpun kecuali Allah akan masukkan

agama ini ke dalamnya ; dengan kemulian orang mulia atau dengan

kehinaan orang hina. Kemuliaan yang Allah muliakan Islam dengannya

(orang mulia tersebut), dan kehinaan yang Allah hinakan kekafiran

dengan orang hina tersebut” [Hadits Shahih yang diriwayatkan oleh

Ahmad, Ibnu Bisran, Thabrani, Ibnu Mandah, Al-Hafidz Abdul Ghani

Al-Naqdisi, Al-Hakim dan lain-lainnya. Lihat Silsilah Shahihah No. 3]

Ini adalah janji yang termuat dalam Kitab Allah dan tertuangkan melalui

lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Janji Allah tidak

mungkin diingkari, sebab Allah tidak mengingkari janji.

[6]. PERSELISIHAN ADALAH SEBAB KEGENTARAN DAN KEKALAHAN.

Umat Islam tidak mengalami kekahan kecuali karena pertentangan dan

perpecahan mereka. Seandainya mereka bersatu padu dalam kalimat tauhid,

bersatu bahasanya, sama-sama berpegang teguh pada tali Allah, berjihad

melawan musuh-musuhnya untuk menjunjung tinggi kalimat Allah dan

menegakkan tauhidullah serta memberantas habis kemusyrikan, niscaya

Allah menolongnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan janganlah kamu saling bertentangan (berbantah-bantahan ),

yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan

bersabarlah. Sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang sabar”

[Al-Anfal : 46]

[7]. MELAKUKAN PERSIAPAN UNTUK BEPERANG ; MORIL MAUPUN MATERIIL.

Yaitu dengan melakukan upaya-upaya sesuai dengan Sunnah Nabawiyah yang

telah ditempuh oleh para nabi, padahal para nabi adalah orang-orang

yang sangat jujur dan tawakkal kepada Allah. Sesungguhnya Nabi

Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah muncul dengan mengenakan dua buah

baju zirah dalam salah satu pertempuran, beliau juga memakai pelindung

kepala dalam peperangan.

Demikian pula para sahabatnya-pun mengenakan baju zirah yang

menyelimuti seluruh tubuh. Dan ini semua tidak menghilangkan tawakkal

kepada Allah Subahanhu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja

yang kamu sangggupi dan kuda-kuda yang ditambat untuk berperang”

[Al-Anfal : 60]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menafsirkan ayat di atas dengan sabdanya.

“Artinya : Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah melepaskan anak

panah (menepatkan sasaran -pen). Ketahuilah bahwa kekuatan adalah

melepaskan anak panah (menepatkan sasaran-pen” [Hadits Riwayat Muslim]

(Demikianlah) kita memohon kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala agar Dia

memberikan taufiq kepada kita untuk melakukan usaha-usaha ke arah

kemenangan melawan kaum Yahudi dan melawan semua musuh Islam lainnya.

Pada hari kemenangan itulah kaum Mukminin bergembira ria mendapat

pertolongan Allah. Dan itu tidaklah sulit bagi Allah Subhanahu wa

Ta’ala.

[Disalin dari Majalah Al-Ashalah Edisi 30/Th. V/15 Syawal 1421H. Sebuah

tulisan yang merupakan kata penutup redaksi Al-Ashalah, Disalin ulang

dari Majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun V/1422H/2001M hal. 26-28,

PenerjemahAhmas Faiz Asifuddin]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s