Sang Pemenang

“Siang ini sangat terik sekali… tenggorokanku terasa haus, sementara uang di kantongku tak ada lagi”. Sambil mengelapi keringat  di dahiku.. aku terus berjalan…tertati, yang kurasakan dahaga dan lapar.

Aku menggerutu di dalam hati.. sudah haus-haus begini entar siang harus jualan rokok lagi.. untuk mencukupi kebutuhan sekolahku. Memang semenjak ke pergiaan ayah, aku berusaha mencari uang sendiri,  aku tak mau memberatkan ibu yang sudah terlaluletih mencari uang untuk menutupi kebutuhan ku dan tiga adik perempuanku.

tak ku sadari tiba-tiba ku sudah berada di beranda rumah.

Assalamu’alaikum sapaku…

ku buka tudung saja dengan tangan kananku kulihat ada piring yang hanya berisi sepotong pisang goreng…

makanlah dulu joul.. dah makan baru jualan rokok, ibu berkata padaku. Aku menggerutkan kening, dalam hatiku aq berkata, apo yang nak di makan cuma ado pisang sepotong.

Langsung ku tutup lagi tudung saji yang ku buka tadi. Tampa berbicara panjang lebar, ku jamah kotak rokok yang berada di atas lemari sanding di sudut rumah, langsung aku bergegas pergi ke pasar muara.

Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s