Seberapa Besar Kapasitas Kita

Kita sudah sering mendengar keluhan bahwa semakin hari pekerjaan kita menjadi semakin banyak saja. Padahal, pilihan hidup kita untuk menjadi pekerja mestinya diikuti oleh kesadaran bahwa tidak ada satupun perusahaan dimuka bumi ini yang mencanangkan pertumbuhan negatif dari setiap ortofolionya. Dan itu selalu berarti tantangan tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Selain itu, kita sendiripun selalu menuntut lebih banyak kepada perusahaan. Buktinya, setiap tahun kita menghendaki kenaikan gaji. Jadi, wajar jika kita melakukan lebih banyak pekerjaan untuk perusahaan, dan perusahaan memberi kita lebih banyak kesejahteraan. Tetapi, apakah kita memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menyesuaikan diri dengan bertambahnya tuntutan perusahaan?

Anda tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus, biasanya bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Dijaman saya masih kecil dulu; karet gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu,
melainkan alat permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa digunakan untuk permainan apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-gitaran, pistol-pistolan, ketapel, dan adu tiup serta permainan lain yang jenisnya begitu banyak. Saya tidak menemukan bahan lain yang bisa digunakan untuk beragam permainan seperti karet gelang.

Namun, dari sekian banyak kegunaan karet gelang, ada satu karakter menarik yang dimilikinya. Yaitu; kemampuannya untuk memanjang mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi kita. Yaitu, tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet gelang terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka dia mengerahkan ‘potensi simpanannya’ untuk mengimbangi besarnya tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan yang terlihat dari luar.

Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah keadaan yang saya sebut sebagai ‘satisfaction circle’. Tantangan yang besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi karyawan dan perusahaan.

Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai ‘mentok’. Para praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang yang ‘sudah mentok’ tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat mengikuti perkembangan perusahaan.

Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan
bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan
perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita
lakukan.

Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab
pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu.
Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk
kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang
tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak
keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua
karyawannya.

Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi
pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya
bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang.
Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan
menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan
kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi.
Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.

Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa
berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah
kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur.
Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga
dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa
henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita
akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.

Dan, seperti karet gelang; kita jadi mempunyai kemampuan untuk
menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin
diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa
diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s